Daya Dukung Lingkungan sebagai Basis Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

  • by

Bersumber dari materi Prof. Dr. Emil Salim dalam Webinar “Peran Serta Akademisi dalam Mewujudkan Green Economy Berbasis Pembiayaan Berkelanjutan dalam Kerangka Green Financing

Dalam ekonomi terdapat empat faktor yang mempengaruhi produksi, di antaranya adalah tenaga kerja, modal, skill, dan sumber daya alam. Sumber daya alam menjadi faktor penting yang dipandang sebagai objek kemudian diolah dan dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu. Sumber daya alam yang dipandang sebagai objek tidak terlepas dari pemanfaatan secara masif atau yang bersifat eksploitatif. Hal tersebut terjadi di perusahaan tambang emas. Perusahaan tersebut memang sangat menguntungkan karena menambah devisa, pajak, dan pendapatan negara tapi di sisi yang lain perusahaan tersebut merusak ekosistem lingkungan.

Pembangunan harusnya berorientasi pada pengayaan sumber daya alam atau kerap disebut dengan resources enrichment sehingga akan menciptakan kesejahteraan masyarakat. Salah satu contohnya terjadi di Flores Nusa Tenggara Timur. Kondisi tanah di Flores sangat gersang sehingga sulit ditanami makanan pokok seperti padi. Oleh karena itu, seorang tokoh yang dikenal dengan ‘Mama Sorgum’ alias Maria Loretha merespons kondisi lingkungan Flores dengan sebuah solusi. Dengan memperhatikan daya dukung lingkungan, Maria Loretha menanam benih Sorgum sebagai pengganti padi. Sorgum adalah sejenis biji-bijian yang mengandung karbohidrat tinggi seperti beras. Sorgum sangat cocok ditanam di lahan kering. Dengan adanya Sorgum sebagai makanan pokok pengganti beras, kebutuhan pokok masyarakat Flores terpenuhi. Pola-pola pemanfaatan lahan seperti yang dilakukan oleh Maria Loretha dapat diterapkan pada pola-pola pembangunan di Indonesia. Sebab, tanpa mengindahkan daya dukung ekosistem lingkungan lokal, pengelolaan sumber daya alam akan menciptakan hasil yang nihil.

Pembangunan berkelanjutan ditandai dengan keterpaduan antara ekonomi, ekologi, dan sosial. Dari pemaparan di atas, pemanfaatan sumber daya alam lokal yang bijak adalah menggunakan metode-metode yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungannya. Akan tetapi, pola pembangunan di Indonesia cenderung mengikuti pola pembangunan di Jawa. Pembangunan yang demikian cenderung tidak berkelanjutan dan membutuhkan banyak biaya. Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan ekosistem lingkungan sebelum diambil manfaatnya untuk menyejahterakan masyarakat. Berhasilnya pemanfaatan sumber daya alam yang memperhatikan daya dukung lingkungan akan diikuti dengan lahirnya sumber daya manusia sebagai bagian dari ekosistem sosial untuk menjalankan produksi.

Dalam mendukung pemahaman konsep daya dukung lingkungan dibutuhkan peran akademisi untuk menyumbangkan ilmu dan pemikirannya. Para akademisi bertugas untuk membangkitkan kesadaran bahwa sumber daya alam yang ada di bumi ini bukan untuk dieksploitasi. Dengan demikian, benih green economy akan tumbuh di tengah masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *