Transformasi Desa dalam Sudut Pandang Pembangunan Berkelanjutan

  • by

Bersumber dari materi Dr. Vivi Yulaswati, M.Sc. (Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Selaku Ketua Sekretariat Nasional SDGs) dalam Kajian Isu Strategis “Berlanjut atau Semrawut: Kupas Tuntas Transformasi Desa”

Pandemi membawa risiko bagi pencapaian agenda SDGs 2030, tetapi ini juga menjadi momentum negara untuk mereformasi sistem kesehatan nasional, sistem perlindungan sosial, serta sistem ketahanan pangan dan bencana. Reformasi sistem-sistem tersebut dilakukan berdasarkan prinsip, tujuan, target, dan indikator SDGs agar pembangunan lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, serta tangguh menghadapi guncangan di masa depan. Dapat dikatakan bahwa SDGs merupakan target yang ambisius dan hanya dapat dicapai melalui kemitraan seluruh pemangku kepentingan antara pemerintah dan parlemen; filantropi dan pelaku usaha; akademisi dan pakar; serta ormas dan media. Oleh karena itu, pemahaman akan SDGs menjadi penting dalam menyatukan aksi  dalam mencapai SDGs melalui peran masing-masing.

Akan tetapi, yang menjadi tantangan hingga saat ini adalah pelokalan SDGs di Indonesia yang kurang maksimal. Hal ini terjadi karena pemahaman konsep, kerangka, dan prinsip belum merata di berbagai daerah sehingga pengarusutamaan SDGs di masyarakat belum optimal. Kemudian, pelibatan semua pihak untuk memastikan pelaksanaan prinsip ‘tidak ada satupun yang tertinggal’ belum maksimal. Selain itu, sinergi program kegiatan pemerintah pusat dan daerah dan antara pemerintah dengan nonpemerintah belum sepenuhnya terjalin. Yang terakhir, pengukuran di tingkat provinsi, kabupaten/kota bahkan desa terbatas karena data belum sepenuhnya terbangun. Dalam hal ini, peran pemerintah daerah sangat diperlukan.

Pemerintah daerah secara umum berperan untuk memperkuat komunikasi, sosialisasi, dan advokasi; mendorong pengembangan dan peningkatan data; melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan SDGs; serta memperkuat kerja sama dengan stakeholders terkait lainnya, seperti CSO, akademisi, serta filantropi, dan bisnis.

Dalam sudut pandang pembangunan berkelanjutan, desa juga berperan dalam pencapaian SDGs. Transformasi desa yang selaras dengan upaya pencapaian SDGs akan menjadi basis kokoh mewujudkan Indonesia sebagai negara dan bangsa maju.  Kontribusi dari Aksi SDGs Desa dapat terwujud bila terjadi sinkronisasi dan sinergi dengan RAD SDGs dan RAN SDGs, dan indikator yang diukur di tingkat desa mendukung pada pengukuran di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Diperlukan koordinasi dan kolaborasi 4 platform partisipatif yaitu pemerintah dan parlemen, ormas, filantropi dan pelaku usaha, serta akademisi untuk melakukan percepatan pencapaian target SDGs.

Strategi yang bisa dilakukan untuk mencapai transformasi desa dalam kerangka SDGs adalah mengoptimalkan kemitraan multipihak dan sinergi kerja sama dengan pemerintahkabupaten/kota; meningkatkan integrasi SDGs ke dalamagenda pembangunan desa misalnya dengan mengintegrasikantarget dan indikator SDGs ke dalam RKPD, RENSTRA,OPD, dan Dokumen penganggaran Daerah dan Desa; menyelaraskan perencanaan SDGs Desa dengan RAD;  memastikanindikator SDGs Desa selaras dengan indikator nasional, provinsi dan kabupaten/kota; serta memastikan pembiayaan kegiatan pencapaianSDGs yang memadai sesuai dengankewenangan serta kemitraan dengan sektorswasta dan pemangku kepentingan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *