Skip to content

SDGs Desa: Memperdalam Perwujudan Pembangunan Berkelanjutan

Anwar Muhammad Foundation – Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan sebuah istilah yang sudah tidak asing bagi telinga kita. Demi mewujudkan dunia yang berkelanjutan, disusunlah tujuan-tujuan pembangunan yang bersifat menyeluruh. SDGs merupakan panggilan darurat kepada negara-negara untuk bisa mengatasi berbagai permasalahan global bersama-sama.

SDGs memang diperuntukkan bagi negara-negara secara global, namun penerapannya seharusnya bisa dilakukan hingga masyarakat terkecil. Pelokalan SDGs merupakan upaya Indonesia untuk menerapkan SDGs secara menyeluruh dan mendalam. Tujuan-tujuan dalam pembangunan berkelanjutan disesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Hal ini akan memudahkan masyarakat dengan lingkup yang lebih kecil untuk bisa menerapkan tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut.

SDGs Desa: Diksi Mudah Dipahami, Tujuan Siap Dicapai

Pelokalan SDGs di Indonesia dilakukan hingga pada lingkup desa. Hal ini karena desa dianggap sebagai satuan masyarakat yang penting mempengaruhi pembangunan negara. SDGs Desa dirumuskan dengan mangacu pada SDGs oleh PBB. Meski terkesan hanya alih bahasa dan subjek, penggunaan istilah yang tepat merupakah salah satu konsiderasi penting dalam pelokalan SDGs. Penggunaan bahasa yang benar, namun sederhana, dapat memudahkan pemahaman warga desa. Diksi yang digunakan juga mengarah pada pernyataan tujuan sehingga lebih mudah diuraikan menjadi metode mencapai tujuan sesuai kapasitas desa.

Berikut ini merupakan daftar SDGs Desa.

  1. SDGs Desa nomor 1: Desa Tanpa Kemiskinan
  2. SDGs Desa nomor 2: Desa Tanpa Kelaparan
  3. SDGs Desa nomor 3: Desa Sehat dan Sejahtera
  4. SDGs Desa nomor 4: Pendidikan Desa Berkualitas
  5. SDGs Desa nomor 5: Keterlibatan Perempuan Desa
  6. SDGs Desa nomor 6: Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi
  7. SDGs Desa nomor 7: Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan
  8. SDGs Desa nomor 8: Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata
  9. SDGs Desa nomor 9: Infrastruktur dan Inovasi Desa sesuai Kebutuhan
  10. SDGs Desa nomor 10: Desa Tanpa Kesenjangan
  11. SDGs Desa nomor 11: Kawasan Permukiman Desa Aman dan Nyaman
  12. SDGs Desa nomor 12: Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan
  13. SDGs Desa nomor 13: Desa Tanggap Perubahan Iklim
  14. SDGs Desa nomor 14: Desa Peduli Lingkungan Laut
  15. SDGs Desa nomor 15: Desa Peduli Lingkungan Darat
  16. SDGs Desa nomor 16: Desa Damai Berkeadilan
  17. SDGs Desa nomor 17: Kemitraan untuk Pembangunan Desa
  18. SDGs Desa nomor 18: Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif

Baca Juga : AMF Andil dalam Diskusi dan Realisasi Minimasi Emisi

Dari keseluruhan SDGs Desa, terdapat 1 poin yang tidak terdapat pada SDGs oleh PBB, yaitu poin ke-18. Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif menjadi pembeda SDGs Desa Indonesia. Poin ini menunjukkan ciri khas pembangunan desa dan disesuaikan dengan mandat prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Istilah dinamis bermakna desa harus bisa terus bergerak menyelaraskan perkembangan zaman. Di waktu yang sama, di tengah perubahan yang terjadi, desa harus bisa beradaptasi dengan tetap menjaga kearifan lokalnya.

Sumber foto : SDGs Batu Kebayan

Pelokalan SDGs Mendetail Hingga Pada Simbol

Pelokalan SDGs menjadi SDGs Desa tidak hanya membahasakan tujuan pembangunan berkelanjutan menjadi istilah yang ramah bagi warga desa. Simbolisasi masing-masing poin juga diperhitungkan. Simbol dibuat sesederhana mungkin. Tidak hanya itu, simbol juga digambarkan dengan kekhasan desa.

Pada SDGs nomor 1, Desa Tanpa Kemiskinan digambarkan dengan tabungan ayam yang biasanya digunakan oleh masyarakat desa. Hal ini menggambarkan bahwa kemiskinan desa dapat dicegah bahkan dengan menabung di rumah. pada poin SDGs ke-2, yaitu Desa Tanpa Kelaparan, simbol yang menarik juga digunakan. Simbol tersebut berupa bakul nasi yang sangat menggambarkan ciri khas desa Indonesia. Selain itu, pada SDGs nomor 6 yang berbunyi Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi, simbol yang digunakan adalah air dalam kendi. Lagi-lagi, simbol ini menarik karena menggambarkan desa.

Simbolisasi tujuan pembangunan berkelanjutan skala desa merupakan hal yang penting. Masyarakat gemar dengan visualisasi pernyataan karena dapat memudahkan pemahaman mereka. Masyarakat desa yang mungkin tingkat literasinya masih kurang masih dapat mengerti akan SDGs Desa terutama setelah disimbolisasi masing-masing tujuannya.

SDGs Siap Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

Bagi desa, SDGs Desa dapat menjadi petunjuk arah pembangunan. SDGs Desa juga menawarkan perincian indikator yang disesuaikan dengan karakteristik desa Indonesia. Pemantauan terhadap pemenuhan indikator pun lebih mudah dilakukan karena skala masyarakat desa terbilang kecil. Nantinya, performa pembangunan dalam mencapai tujuan SDGs bisa menjadi dasar bagi evaluasi implementasi SDGs di Indonesia.

Author