Skip to content

Metaverse atau Dunia Nyata yang Berkelanjutan: Pilih Mana?

Anwar Muhammad Foundation – Grup musik asal Korea Selatan kembali menunjukkan eksistensinya dalam forum politik internasional. Tahun lalu, boyband BTS andil menyampaikan pidatonya dalam sesi Majelis Umum PBB (Persatuan Bangsa-bangsa). Pada awal Juli 2022, AESPA, salah satu girlband asal Negeri Ginseng tersebut, hadir dalam Forum Politik Tingkat Tinggi PBB. Forum ini mengusung tema “Building back better from the Covid-19 while advancing the full implementation of the 2030 Agenda for Sustainable Development”. Tema tersebut diusung untuk membangun kembali kehidupan pasca pandemi Covid-19 dengan upaya pembangunan berkelanjutan.

Dalam pidatonya, AESPA menyampaikan bahwa masyarakat sepertinya memberikan perhatian yang lebih dalam menciptakan dunia Metaverse. Masyarakat ingin menciptakan dunia yang sempurna dalam Metaverse. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah kita juga memberikan upaya yang sama besar untuk menciptakan dunia nyata. Pertanyaan ini seharusnya menjadikan kita berefleksi akan upaya yang sudah kita lakukan untuk menciptakan dunia nyata yang lebih baik.

Menyambut Kecanggihan Metaverse

(sumber foto: pexels.com)

Metaverse merupakan sebuah gagasan yang diinisiasi oleh perusahaan teknologi Meta. Metaverse merupakan platform yang mengkombinasikan dunia digital dengan fisik untuk menjadi tempat manusia melakukan berbagai hal. Metaverse menyuguhkan platform untuk melakukan banyak hal. Dalam Metaverse, seseorang dapat berinteraksi, bekerja, bermain, belajar, hingga berbelanja dengan sensasi yang berbeda.

Baca Juga: Siap Mengambil Peran dalam Pembangunan Berkelanjutan

Selama ini, aktivitas-aktivitas yang difasilitasi oleh Metaverse dapat dilakukan tanpa batas dengan adanya internet. Namun, Metaverse menjanjikan hal yang lebih dari itu. Penggunanya dapat melakukan banyak hal secara virtual, namun dapat pula merasakan sensasi yang nyata. Metaverse dapat diakses melalui penggunaan Virtual Reality, Augmented Reality, ataupun Smart Glasses. Alat-alat tersebut akan menstimulasi indera manusia untuk bisa merasakan kenyataan dalam ilusi komputer dalam Metaverse.

Indonesia, Metaverse, dan Pembangunan Berkelanjutan

(sumber foto: pexels.com)

Indonesia harus bisa mempersiapkan diri dalam menyambut kecanggihan Metaverse. Metaverse digadang-gadang akan mentransformasi bisnis sehingga lebih mudah diakses oleh konsumen. Adanya dunia Metaverse menjadikan perusahaan dan pelanggan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Tidak hanya itu, Metaverse juga bisa menstimulasi perkembangan teknologi dalam perusahaan ataupun organisasi sehingga pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih efisien.

Terlepas dari kehadiran Metaverse, Indonesia telah lama berupaya untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan oleh PBB. Namun, pada tahun 2019, pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan Indonesia masih sebesar 70,0. Dibandingkan dengan nilai total, yaitu 100, Indonesia memerlukan upaya besar untuk bisa meraih pencapaian yang lebih baik.

Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah dalam mencapai beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan. hasil perhitungan indeks SDGs Indonesia tahun 2019 menunjukkan bahwa Indonesia masih mencapai nilai rendah untuk tujuan nomor 11, 13, dan 15.

Baca Juga: Penilaian ESG: Berlomba-lomba dalam Keberlanjutan

Tujuan 11 adalah tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Beberapa wilayah di Indonesia masih memiliki area kumuh yang dapat dilihat dengan kualitas rumah yang tidak baik, akses sanitasi yang tidak memadai, serta rumah-rumah yang tidak berjarak.

Tujuan 13 Pembangunan Berkelanjutan berbunyi Penanganan Perubahan Iklim. Indonesia merupakan salah satu negara paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara yang didominasi oleh laut yang mudah terdampak oleh terjadinya perubahan iklim. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara tropis yang menyebakannya merasakan 2 sisi dampak perubahan iklim, yaitu hujan yang ekstrem ataupun kekeringan yang parah.

Baca Juga: Penting Nya Memahami Pola Membangun Kemitraan Multi Pihak

Ekosistem Daratan yang merupakan tujuan nomor 15 juga memerlukan usaha ekstra dari Indonesia. Indonesia menyandang peran sebagai paru-paru dunia. Hal ini bukan tanpa alasan. Indonesia memiliki wilayah hutan yang begitu luas yang menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati yang kaya.

Menciptakan dunia maya yang sempurna memang terdengar lebih mengasyikkan. Namun, jangan sampai manusia menjadikan dunia nyata terbengkalai dengan memprioritaskan dunia maya saja. Dunia nyata adalah dimensi yang memfasilitasi manusia untuk berkehidupan produktif. Masa depan dunia nyata akan menentukan masa depan generasi bangsa dan secara khusus masa depan dunia maya. Mengkonstruksi dunia maya yang sempurna dalam dunia nyata yang rusak tidak akan mungkin. Maka, upaya pembangunan yang berkelanjutan harus tetap digalakkan dalam dunia nyata. Dengan demikian, tidak akan ada masyarakat yang tertinggal untuk dapat merasakan buah perkembangan teknologi, termasuk dalam bentuk Metaverse.

Leave a Reply

Your email address will not be published.