Skip to content

Menuju Transportasi Berkelanjutan pada Era Kota Post-Pandemi

Anwar Muhammad FoundationSemua hal yang terjadi di dunia ini didasari setidaknya 1 alasan. Selalu ada pelajaran yang bisa dipetik dari fenomena yang terjadi di alam semesta. Tidak terkecuali pandemi covid-19. Pandemi, meskipun merenggut sebagian kebahagiaan, tetap membuahkan hikmah bagi kehidupan. Salah satunya adalah pada keberlanjutan aspek transportasi. Pembicara terakhir dalam Ruang Bincang Isu Keplanologian (RUBRIK) HMP PL ITB Komisariat dan AMF adalah Dr. I Gusti Ayu Andani.

Beliau mewakili Kelompok Keahlian Sistem Infrastruktur Wilayah dan Kota, SAPPK ITB. Materi yang disampaikan berhasil melengkapi sudut pandang secara komprehensif diskusi tentang transportasi berkelanjutan. Pemaparan dari Ibu Andani dimulai dari tinjauan teoritis mengenai pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan adalah upaya pembangunan yang dapat memenuhi kaidah kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. Konsep ini didasarkan pada pertimbangan penyediaan ekonomi, ekologi, dan kesetaraan sosial.

Aspek Keberlanjutan dalam Transportasi Berkelanjutan

(Sumber foto: UK Department of The Environment (1999) dalam Paparan Dr. I Gusti Ayu Andani)

Transportasi berkelanjutan merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan yang lebih fokus membahas kapasitas untuk mendukung kebutuhan mobilitas atau pergerakan masyarakat. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangan dampak seminimal mungkin pada lingkungan dan tidak mencederai atau mengurangi kapasitas generasi mendatang dalam bermobilitas.

Transportasi berkelanjutan dalam terdiri dari komponen yang saling terkait, yaitu moda, infrastruktur, dan operasi. Ketiga komponen ini harus mempertimbangkan aspek lingkungan, ekonomi, maupun sosial. Dalam aspek lingkungan, transportasi berkelanjutan mementingkan perihal polusi, kebisingan, serta pengelolaan sumber daya yang mendukung sarana prasarana transportasi.

Baca Juga: Transportasi Berkelanjutan Saat Pandemi: Tantangan & Potensi

Dalam hal ekonomi, sumber daya berupa material dan energi merupakan hal yang harus dipertimbangkan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan juga merupakan hal penting yang perlu diperhitungkan. Harga dan juga tingkat kompetisi pasar merupakan poin-poin yang juga penting dalam aspek ekonomi transportasi berkelanjutan. Oleh karena transportasi diperuntukkan bagi manusia, maka aspek sosial juga penting untuk diperhatikan.

Transportasi Berkelanjutan Akibat Pandemi: Berbagai Pendekatan dapat Dilakukan

Dalam upaya merespon isu pandemi covid-19, Dr. I Gusti Ayu Andani menjelaskan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan. Manajemen permintaan pergerakan untuk mengurangi dan meredistribusi permintaan pergerakan di luar jam puncak merupakan salah satu pendekatan yang bisa dilakukan. Dalam hal ini, implementasi full-cost parking, parking controls, trip avoidance, dan traffic bans dapat diterapkan.

Selain itu, pendekatan untuk meningkatkan penyediaan transportasi juga dapat dilakukan. Hal ini diterapkan dengan menyediakan transportasi umum berbasis multi-moda dengan implementasi cost-effective alternative dari kendaraan pribadi. Beberapa contoh usaha yang bisa dilakukan adalah pengembangan Non-Motorized Transportation dan pengembangan Transit Oriented Development.

Baca Juga: Life Cycle Assessment: Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Gambaran Kota Pasca-Pandemi Covid-19

Pemaparan narasumber ditutup dengan penjabaran bentuk kota pada masa pos-pandemi akibat dari berbagai pergeseran. Dalam hal ini, pergeseran bermakna perubahan transportasi dan mobilitas, pergeseran fungsi rumah, penambahan informalitas, dan peningkatan dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini juga mencakup isu berkembangnya inovasi dari e-commerce, cashless payment, dan virtual event.

Kota pasca pandemi menggambarkan fenomena ketika kekebalan komunal telah tercipta dan kota dirancang untuk memenuhi kaidah keamanan, inklusif, dan resilien. Tercipta hubungan antara masyarakat dengan ekologi dan dapat bertahan terhadap globalisasi ataupun perubahan iklim yang bisa memunculkan sumber penyakit baru. Dalam isu transportasi penerapan right-sizing angkutan umum, integrasi multimoda, dan transisi aksesibilitas dapat menjadi ciri khusus transportasi pada kota pasca-pandemi.

Author