Skip to content

Masyarakat Berpartisipasi dalam G20: Apakah Memungkinkan?

Anwar Muhammad Foundation – G20 atau The Group of 20 merupakan wadah multilateral bagi 20 negara dengan perekonomian yang maju ataupun berkembang. Indonesia merupakan salah satu dari 20 negara tersebut. Tahun ini, Indonesia memegang fungsi presidensi G20. Bali akan menjadi tuan rumah bagi Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada tahun ini.

Forum multilateral seperti G20 seringkali hanya mengutamakan kepala negara dan pemerintahan negara saja. Padahal, G20 bertujuan untuk dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat global, terutama masyarakat di negara anggota G20. Apakah kehadiran kepala negara dan pemerintahan cukup untuk mewakili isi hati rakyat mereka?

Dalam G20, terdapat istilah yaitu Engagement Group. Engagement Group sejatinya merupakan kelompok-kelompok di luar kepala negara atau pemerintahan yang bisa ikut serta dalam G20. Keterlibatan mereka diwadahi oleh forum-forum khusus berdasarkan peran masing-masing.

B20

(Sumber foto: g20.org)

Business 20 (B20) merupakan perwakilan sektor bisnis untuk G20. Salah satu isu utama yang dibahas dalam G20 adalah isu perekonomian global. Dengan menghadirkan B20, perpektif yang ada akan semakin banyak. Hal ini karena pelaku bisnis dapat memberikan saran berdasarkan implementasi kebijakan perekonomian yang mereka lakukan di lapangan.

C20

Civil 20 (C20) merupakan wadah bagi organisasi masyarakat sipil di seluruh dunia untuk bisa ikut dalam dialog G20. Masyarakat yang bisa ikut tidak hanya berasal dari negara-negara G20 saja, melainkan masyarakat dunia global. Mereka merupakan perwakilan masyarakat sipil agar suaranya bisa terdengar dan G20 bisa lebih inklusif.

Baca Juga: Indonesia Berbangga Memegang Fungsi Presidensi G20 2022

S20

Science 20 (S20) terdiri atas para akademisi negara-negara G20. S20 dipimpin oleh akademisi dari negara tuan rumah G20. Tujuan utama diikutsertakannya S20 dalam G20 adalah untuk memberikan rekomendasi berdasarkan konsensus. Rekomendasi-rekomendasi ini dirumuskan melalui gugus tugas yang terdiri atas para ahli internasional.

T20

Think (T20) merupakan kelompok dalam G20 yang terdiri atas lembaga think tank dan pusat riset terkemuka di seluruh dunia. Kelompok ini bagaikan “bank ide” yang memberikan rekomendasi kebijakan dengan berdasarkan riset kepada pimpinan G20.

(Sumber foto: g20.org)

L20

Sebagai upaya menginklusifkan G20, Labor 20 (L20) dibentuk. L20 terdiri atas pemimpin serikat pekerja negara-negara G20. L20 dimaksudkan mewakili suara pekerja atau buruh di seluruh dunia. Fokus L20 mengarah pada bidang ketenagakerjaan. L20 diselenggarakan oleh International Trade Union Confederation (ITUC) dan Trade Union Advisory Committee to EOCD (TUAC).

W20

Women 20 (W20) dibentuk untuk menciptakan inkusivitas gender pada G20. Pentingnya peran wanita dalam pembangunan mendorong W20 untuk didirikan. W20 terdiri atas organisasi-organisasi perempuan dari negara-negara G20. Mereka dapat memberikan sudut pandang utama dalam isu pengembangan perempuan, kesetaraan gender, serta kerjasama perempuan dalam sektor ekonomi global.

Baca Juga: Lebih Paham dengan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon Indonesia

U20

Urban 20 (U20) berfungsi untuk menyediakan ruang bagi kota-kota untuk bisa ikut serta dalam G20. diadakannya U20 adalah untuk memfasilitasi pembahasan tentang isu perkotaan. Forum ini juga menjembatani berbagai kota untuk mengembangkan upaya kolektif serta perspektif dalam negosasi G20. Melalui U20, peluang untuk berkolaborasi dan benchmarking terbuka lebar untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan.

Y20

Youth 20 (Y20) merupakan wadah bagi para pemuda untuk bisa mengekspresikan pandangannya dalam forum G20. Pemuda merupakan komponen masyarakat yang memiliki ide segar dan memiliki energi tinggi untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, Y20 merupakan salah satu forum yang dinantikan oleh anak muda. Setiap tahunnya, Y20 memberikan rekomendasi kebijakan kepada pimpinan negara G20 melalui suatu dokumen bernama Komunike Y20.

Baca Juga: Keterlibatan Partisipasi Setiap Pihak pada Isu Minyak Goreng

P20

Parliamentary 20 (P20) merupakan forum yang dihadiri oleh pihak parlemen dari negara-negara G20. Dibentuknya P20 bertujuan untuk melihat sudut pandang masing-masing negara G20 terhadap hal-hal yang didiskusikan dalam G20. Diharapkan, hasil keputusan G20 dapat diterapkan dengan baik oleh masing-masing negara.

SAI20

Supreme Audit Institutions (SAI20) adalah forum bagi lembaga audit tertinggi dari negara-negara G20. Mereka berupaya untuk mempromosikan kerja sama dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas di antara negara-negara G20.

Engagement Group memberikan peluang bagi masyarakat awam yang berperan maksimal di bidang masing-masing untuk bisa ikut serta dalam G20. Kita dapat melihat bahwa G20 berusaha untuk bisa melibatkan berbagai peran dan lapisan masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak merupakan hal yang penting untuk menghasilkan keputusan yang inklusif, efektif, dan berkeadilan.

Author

Tags: