Wrap Up Webinar: Tata Kelola Lingkungan Pedesaan dalam Mendukung Kesejahteraan Sosial

Sabtu, 28 Agustus 2021 AMF menggelar Webinar yang bertajuk “Tata Kelola Lingkungan Pedesaan dalam Mendukung Kesejahteraan Sosial”. Webinar ini menghadirkan pembicara dari sektor pemerintah, perusahaan, dan organisasi non pemerintahan. Di sektor pemerintah, AMF menghadirkan Kasubdit Kualitas Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Direktorat Lingkungan Hidup PPN/Bappenas, Dr. Sudhiani Pratiwi, untuk memberi pemaparan mengenai strategi kebijakan tata kelola lingkungan pedesaan di Indonesia. Pemaparan tersebut menjadi suatu pengantar untuk pembicara selanjutnya, yaitu Misbah Hasan yaitu dari Koordinator Koalisi GENERASI HIJAU, Dr. Mubariq Ahmad selaku Country Director Conservation Strategic Fund, dan Erwin Patrisa Floris mewakili sektor perusahaan selaku Head of Community Relations & Affair PT Supreme Energy.

Webinar yang dihadiri oleh ratusan peserta ini dipandu oleh Aldi Muhammad Alizar selaku chairman Anwar Muhammad Foundation. Diskusi dimulai dari Dr. Sudhiani Pratiwi yang akrab dipanggil Bu Dini. Beliau menyinggung potensi pembangunan lingkungan desa. Beliau menyebutkan bahwa potensi desa yang besar perlu dioptimalisasi melalui beberapa strategi seperti melakukan manajemen data untuk menentukan prioritas pembangunan yang perlu dilakukan; melakukan sosialisasi, komunikasi dan advokasi kepada para pihak untuk mendapatkan dukungan; serta melakukan pemantauan dan evaluasi bersama.

Pemapar selanjutnya adalah Bapak Misbah Hasan yang menjelaskan upaya kerja sama dan pelibatan pemangku kepentingan dalam tata kelola lingkungan desa. Dalam presentasinya, Bapak Misbah menyampaikan bahwa kerja sama dan pelibatan pemangku kepentingan adalah sebuah solusi untuk menciptakan tata kelola lingkungan pedesaan yang baik. Salah satunya dengan pelibatan multipihak, seperti pendamping desa, NGOs, Mitra Pembangunan (Donor), CSR (Perusahaan) dalam mendukung kelembagaan desa, seperti Musyawarah Desa, Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa, Lembaga Adat, Kerjasama antar Desa, dan Badan Usaha Milik Desa.

Bahasan selanjutnya adalah mengenai praktik pendanaan konservasi sektor kehutanan dalam tata kelola lingkungan pedesaan. Dalam pembahasan ini, Bapak Mubariq memaparkan bahwa sumber pendanaan konservasi di tingkat desa sangat ditentukan oleh arti konservasi dalam wilayah desa. Selain itu, dalam memfasilitasi konservasi lingkungan desa diperlukan kreativitas dan inovasi untuk memanfaatkan pendanaan secara optimal.

Perusahaan juga menjadi salah satu pemeran dalam membangun lingkungan desa. Peran perusahaan dalam tata kelola lingkungan perdesaan ini dijelaskan oleh Bapak Erwin. Beliau menyebutkan bahwa tata kelola lingkungan merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi perusahaan dalam rangka menyelaraskan investasi proyek dengan dinamika sosial masyarakat dan lingkungan yang terdampak proyek perusahaan. Dalam praktik mengelola lingkungan pedesaan di area proyek, PT Supreme Energy juga mengajak peran serta perusahaan lain dan pemangku kepentingan untuk mengimplementasikan praktik terbaik pengelolaan lingkungan dan sosial di pedesaan.

Pada akhir sesi, Bapak Aldi Muhammad Alizar menyimpulkan pemaparan yang telah disampaikan oleh masing-masing pembicara. Bapak Aldi menandaskan bahwa kesejahteraan sosial dapat diwujudkan dengan praktik tata kelola lingkungan yang baik dan akomodasi kesejahteraan sosial yang didasarkan kebutuhan masyarakat serta kepatutan peraturan nasional dan standard internasional.

Bapak Aldi juga memaparkan bahwa pendekatan kolaborasi hijau dapat diimplementasikan dengan terlebih dahulu memahami dan mengidentifikasi konteks kerentanan dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Konteks kerentanan mencakup adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta praktik kegiatan konsumsi dan produksi yang hijau berkelanjutan untuk menopang aset penghidupan masyarakat. Peran tata kelola kelembagaan dan sistem manajemen mengakomodasi kerja sama lintas pemangku kepentingan sebagai sumber penggerak utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *