Potensi Budidaya Bawang Merah di Muara Laboh

  • by

Bagi sebagaian besar masyarakat Indonesia, bawang merah merupakan salah satu bumbu utama di segala jenis masakan. Tidak heran, banyak petani yang memanfaatkan peluang ini. Dilansir dari www.pertanian.go.id Kementerian Pertanian berkomitmen penuh dalam menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo untuk mengkorporasikan petani. Hal ini telah diperkuat dari terbitnya Permentan 18/2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berbasis Korporasi Petani.

Solok disebut-sebut sebagai lokasi yang strategis untuk dijadikan area penanaman bawang merah. Dirjen Holtikutura menjelaskan lokasi korporasi khususnya bawang merah yang didorong dan fokus pada 2019 adalah Solok dan Malang. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Chandra mengatakan kawasan aneka bawang di Solok sangat prospektif dikembangkan menjadi kawasan yang berbasis korporasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung penuh kawasan pengembangan bawang merah di Solok yang luas panennya mencapai 8.000 ha dan potensi pengembangan bawang putih mencapai 5.000 ha. Oleh karena itu, potensi penananman bawang merah di daerah Muara Laboh sangat dimungkinkan.

Selain kopi, bawang merah bisa dilirik sebagai tanaman yang menguntungkan untuk dibudidayakan oleh para PAP Muara Laboh, Solok Selatan.  Pada minggu terakhir di bulan April, salah satu PAP Supreme Energy Muara Laboh dan AMF memanen bawang merah hingga berkarung-karung. Keberhasilan ini tidak terlepas dari pendampingan tim lapangan AMF yang memberi dukungan berupa pemberian pelatihan terkait dengan perawatan bawang merah yang baik. Secara umum, bawang merah sangat berisiko jika ditanam di luar musim tanamnya. Gagal panen sering dihadapi oleh petani bawang merah akibat serangan hama dan penyakit, seperti Alternaria, Fusarium, dan Antraknose.

Seperti yang telah disebutkan di atas, bawang merah dapat disebut sebagai tanaman holtikultura strategis. Mengingat nilai gunanya yang sangat tinggi di masyarakat Indonesia. Bawang merah sebaiknya mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak karena komoditas ini secara nyata memiliki nilai ekonomi penting. Dengan membaca peluang kebutuhan pangan skala nasional, tim AMF dan masyarakat binaannya dapat menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *