Skip to content

Menilik Ekonomi Berkelanjutan dalam Wawasan Indonesia 2045

  • by

Anwar Muhammad Foundation – Wawasan Indonesia 2045 adalah gagasan untuk menjadikan Indonesia negara berdaulat, maju, adil, dan makmur pada tahun 2045 (sumber: Wikipedia).

Serentetan visi Indonesia pada 2045 terencana dalam dokumen yang dirumuskan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia tahun 2019. Pada kemerdekaan keseratusnya, ambisi Indonesia mengerucut pada visi dalam sektor ekonomi negara. Presiden optimis bahwa Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar keempat atau kelima di dunia pada 2045.

4 Pilar Global Megatrend Mencapai visi Gemilang 2045

(sumber foto: unsplash.com)

Dalam mencapai visi gemilang 2045, Indonesia melalui perjuangan panjang merebut kemerdekaan dari penjajah.. Dengan demikian, nilai-nilai tersebut menjadi motivasi tinggi bangsa ini dalam menggapai apa saja yang telah dicitacitakan. Dalam meraih visi Indonesia tahun 2045, terdapat 4 (empat) pilar yang dirumuskan berdasarkan kecenderungan besar dunia (global megatrend) hingga tahun 2045/2050. Empat pilar tersebut di antaranya

(1) pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi

(2) pembangunan ekonomi berkelanjutan

(3) pemerataan pembangunan

(4) pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan

Pembahasan ini fokus pada pilar kedua, yakni mengenai pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pilar pembangunan ekonomi berkelanjutan bertujuan untuk menopang perwujudan ekonomi Indonesia sebagai salah satu tolok ukur ekonomi baik di kawasan Asia Pasifik maupun dunia. Pada 2045, target Indonesia adalah mewujudkan ekonomi Indonesia yang inovatif, modern, dan sejahtera sebagai landasan bagi Indonesia untuk menjadi penggerak ekonomi dunia serta menjadi negara yang berpengaruh di kawasan Asia-Pasifik dan dunia.

Baca Juga: Pentingnya Berpikir Berkelanjutan untuk Masa Depan Pertanian

Dalam dokumen Visi Indonesia 2045 (2019) disebutkan bahwa pada periode 2016—2045, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,7 persen per tahun dengan terus melakukan reformasi struktural, memanfaatkan bonus demografi dan kemajuan teknologi, serta meningkatkan daya saing ekonomi. Indonesia diperkirakan menjadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2036 dan PDB terbesar kelima dunia pada tahun 2045. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif akan meningkatkan jumlah kelas pendapatan menengah menjadi sekitar 70 persen penduduk Indonesia pada tahun 2045. Pertumbuhan ekonomi yg lebih rendah (baseline), 5,1 persen per tahun, dapat terjadi apabila reformasi struktural berjalan business as usual serta pertumbuhan ekonomi dunia relatif rendah. Ekonomi Indonesia menjadi pendapatan tinggi tahun 2038 dan PDB terbesar ketujuh dunia pada tahun 2045.

Baca Juga: Tantangan dalam pengukuran dampak Sosial Lingkungan ESG

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mewujudkan cita-cita besar Indonesia pada kemerdekaan keseratusnya di sektor ekonomi adalah dengan menerapkan ekonomi hijau secara sungguh-sungguh. Ekonomi hijau adalah jalan lurus yang harus ditempuh untuk mewujudkan visi Indonesia sejahtera 2045. Hal ini disampaikan ahli ekonomi, Prof. Dr. Emil Salim dalam pidatonya dalam acara Webinar “Peran Serta Akademisi dalam Mewujudkan Green Economy berbasis Pembiayaan Berkelanjutan dalam Kerangka Green Financing”.

Ekonomi Hijau Telah Menjadi Salah Satu Prioritas Pembangunan di Indonesia

(sumber foto: unsplash.com)

Kabar baiknya, tahun 2020 ekonomi hijau telah menjadi salah satu prioritas pembangunan di Indonesia. Dilatarbelakangi oleh RPJMN 2015-2019, Indonesia fokus pada pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan dan energi, pengentasan kemiskinan, serta pengelolaan sumber daya alam. Kemudian dikembangkan dalam RPJMN 2020—2024 yang menitikberatkan pada program pertumbuhan ekonomi hijau yang diupayakan secara serius. Prioritas ini mencerminkan kebutuhan pembangunan yang mendesak dan komitmen internasional Indonesia untuk mencapai NDC dan SDGs.

“2045 Indonesia harus sejahtera!”- Prof. Dr. Emil SalimSumber: Tim Penyusun Visi Indonesia 2045. 2019. Visi Indonesia 2045. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas

Author