Kabar dari Subsektor Holtikultura

  • by

Hortikultura berasal dari bahas latin hortus yang berarti ‘tanaman kebun’ dan culture/colere yang berarti ‘budidaya’ (wikipedia). Dari pengertian tersebut, horltikultura dapat didefinisikan sebagai budidaya tanaman kebun. Dalam arti yang lebih luas, hortikultura mencakup pada kegiatan-kegiatan seperti pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, produksi tanaman, hama, dan penyakit, panen, pengemasan dan distribusi.

Berdasarkan rilis Kementarian Pertanian No. 132/R-KEMENTAN/2/2021, kerja keras Kementan selama satu tahun memperlihatkan hasil positif. Hal ini terlihat dari indikator capaian makro tahun 2020 bahwa sektor pertanian memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, sekalipun di tengah pandemic Covid-19. Pernyataan tersebut dipaparkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Dilansir dari http://hortikultura.pertanian.go.id/, peningkatan pertumbuhan pertanian salah satunya didukung oleh komoditas hortikultura yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,85 persen. Peningkatan ini terjadi karena adanya kenaikan permintaan buah dan sayur selama pandemi Covid-19. Pada 2021, Kementan akan terus meningkatkan produk hasil hortikultura, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Demi mencapai tujuan tersebut, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, keterlibatan pihak swasta maupun organisasi atau lembaga swadaya masyarakat lainnya sangat diharapkan.

Dalam rangka turut berkontribusi dalam pembangunan pertanian serta melihat potensi penduduk lokal Rantau Dedap, AMF bersama Supreme Energy Rantau Dedap berencana mengembangkan pertanian subsektor hortikultura melalui program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang telah dibentuk. Usaha ini dinilai sangat memungkinkan untuk dilaksanakan karena masyarakat terdampak Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Supreme Energy Rantau Dedap mayoritas bermatapencaharian sebagai petani. Dari sinilah AMF bersama mitra berinisiatif untuk menggalakkan program-program yang berorientasi pada peningkatan pertanian hortikultura sebagai sumber penghasilan alternative selain kopi sebagai penghasilan utama  masyarakat terdampak di Rantau Dedap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *