Skip to content

AMF dalam Penanganan Isu Perubahan Iklim dan Kehutanan

Anwar Muhammad Foundation – Anwar Muhammad Foundation (AMF) kembali dipercaya untuk berkontribusi dalam program yang berhubungan dengan isu perubahan iklim. Kali ini, AMF digaet oleh Himpunan Mahasiswa Rekayasa Kehutanan (HMH) Selva ITB dalam program Forest Share 5. Program ini merupakan kontribusi HMH Selva ITB dalam masalah lingkungan, terutama pada sektor kehutanan. Pada tahun ini, tema yang diusung adalah mengenai perubahan iklim dan kehutanan.

Agenda utama dari program Forest Share 5 adalah webinar diselenggarakan pada Sabtu, 19 Februari 2022. Didatangkan berbagai narasumber yang ahli di bidang masing-masing untuk mengedukasi peserta akan perubahan iklim dan isu kehutanan. AMF yang membantu program secara tidak langsung andil dalam menyebarkan ilmu tentang isu tersebut.

Membuka Webinar dengan Topik tentang Ekonomi Hijau dan Perdagangan Karbon

 

(Sumber foto: FORESTSHARE ITB (@forestshareitb) • Instagram photos and videos)

Webinar Forest Share 5 HMH Selva ITB terdiri atas 2 sesi. Sesi pertama bertema “Menilik Green Economy Melalui Carbon Trade sebagai Solusi Perubahan Iklim Akibat Deforestasi untuk Menyeimbangkan 3 Pilar Keberlanjutan”. Pada sesi ini, Egi Suarga, Manajer Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon hadir sebagai pembicara. Beliau membicarakan Penerapan green economy dalam bentuk carbon trade sebagai upaya mitigasi perubahan iklim di Indonesia.

Baca Juga: HPSN 2022: Cegah Krisis Iklim dengan Bijak Kelola Sampah

Egi Suarga menegaskan bahwa Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan ekonomi hijau. Namun, strategi yang tepat bisa menjadi solusi dari tantangan itu semua. Pengalokasian investasi yang memadai untuk pembangunan rendah karbon serta transfer teknologi merupakan beberapa upaya menjawab tantangan perwujudan ekonomi hijau. Sumber daya manusia yang akan menjadi pekerja dalam green jobs juga harus dipersiapkan dengan matang.

Webinar Forest Share 5 Sesi Kedua Tidak Kalah Informatif

Sesi kedua Webinar Forest Share 5 tidak kalah menarik. Pada sesi ini, topik yang dibahas yaitu “Carbon Footprint Credit: Aksi Nyata Mitigasi Perubahan Iklim”. Dihadirkan Dr. Joko Tri Haryanto, Senior Researcher Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan RI. Dr. Joko memberikan materi tentang bagaimana carbon footprint credit dapat mendorong aksi mitigasi perubahan iklim di Indonesia. Beliau memberikan perspektif dari sisi institusi negara.

Sebagai narasumber kedua, Ketua Himpunan HMH Selva ITB memberikan perspektif ilmu rekayasa kehutanan dalam isu perubahan iklim dan kehutanan. Haikal Sayyid Diffa membawakan topik pembicaraan bertema “Meninjau Isu Perubahan Iklim dari Sisi Keilmuan Rekayasa Kehutanan”. Apa yang disampaikan merupakan bukti bahwa pemuda siap untuk berkontribusi dalam penyelesaian isu perubahan iklim, terutama pada sektor kehutanan.

Baca Juga: Sustainable Development Mechanism: Era Baru Jual Beli Karbon

AMF Siap Berkolaborasi Kembali

AMF menantikan kolaborasi lain bersama pemerintah, perusahaan swasta, organisasi, hingga kelompok masyarakat lainnya. Sudah merupakan tujuan AMF bahwa kehidupan berkelanjutan penting untuk diterapkan dan dikembangkan di seluruh kalangan. Semua itu bisa dilakukan dengan pelibatan berbagai pihak dalam upaya yang dilakukan.

 

Author