Anwar Muhammad Foundation – Di sebuah ruang pertemuan di Surabaya, berbagai aksen, pengalaman, dan cara memandang alam bertemu dalam satu agenda bersama: memastikan keanekaragaman hayati Jawa Timur tidak hanya “dipetakan”, tetapi juga diakui—terutama oleh kebijakan, kelembagaan, dan mekanisme pembiayaan yang semakin menuntut keadilan serta transparansi. Lokalatih “Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal untuk Partisipasi Bermakna” yang berlangsung pada Kamis dan Jumat, 18–19 Desember 2025, di Luminor Hotel Jemursari Surabaya menjadi salah satu ruang penting untuk itu.
Jawa Timur memiliki keragaman sosiokultural yang kaya, di mana terdapat masyarakat adat Suku Tengger, Suku Osing, dan Suku Samin. Keberadaan masyarakat adat ini bukan sekadar identitas budaya, melainkan mitra strategis dalam pengelolaan hutan dan keanekaragaman hayati. Melalui kegiatan lokalatih ini, masyarakat adat ditempatkan sebagai prioritas dalam RIP KEHATI untuk memastikan partisipasi yang bermakna dan inklusif di meja perencanaan.
Forum sebagai Simpul Kerja Strategis

Sumber: Dokumentasi AMF
Bagi Anwar Muhammad Foundation (AMF), forum seperti ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Forum ini merupakan simpul kerja yang menambah kedalaman dan legitimasi bagi upaya menyusun Profil KEHATI dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI) Jawa Timur yang layak pembiayaan dan berkeadilan—dokumen yang mampu menjembatani sains, hak, dan kebutuhan hidup masyarakat, serta cukup kokoh untuk diterjemahkan menjadi program, anggaran, dan portofolio pendanaan.
Baca juga: PETA JALAN KEHATI JATIM: DARI IBSAP KE AKSI DAERAH
Kesimpulan
Lokalatih “Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal untuk Partisipasi Bermakna” menunjukkan bahwa penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI) Jawa Timur perlu berangkat dari keterlibatan nyata masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai penjaga tapak. Dengan memasukkan pengetahuan, pengalaman, dan perspektif mereka ke dalam meja perencanaan, proses penyusunan RIP KEHATI menjadi lebih inklusif, kontekstual, dan memiliki legitimasi sosial yang kuat. Bagi Anwar Muhammad Foundation, pendekatan partisipatif ini menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa Profil KEHATI dan RIP KEHATI Jawa Timur tidak hanya layak pembiayaan, tetapi juga berkeadilan dan mampu diterjemahkan ke dalam program serta pendanaan yang berpihak pada keberlanjutan keanekaragaman hayati dan kehidupan masyarakat.





