Lompat ke konten

Membaca Kerentanan Sebelum Merancang Bantuan: Peran SESVA dan Pemetaan Kerentanan dalam Desain Program

Anwar Muhammad Foundation – Dua rumah tangga di wilayah yang sama dapat mengalami dampak yang terlihat serupa, misalnya kehilangan akses terhadap lahan dengan luasan yang hampir sama. Namun, kemampuan keduanya untuk pulih belum tentu sama. 

Secara administratif, keduanya sama-sama dapat disebut sebagai warga terdampak. Namun, dari sisi kerentanan, kebutuhan mereka berbeda.

Perbedaan inilah yang membuat Socio-Economic and Vulnerability Assessment (SESVA) dan pemetaan kerentanan menjadi penting dalam desain program pemulihan mata pencaharian.

Apa yang Dilakukan SESVA

Pemetaan Kerentanan SESVA

SESVA berfungsi sebagai alat diagnosis sosial-ekonomi. Penilaiannya tidak hanya melihat pendapatan, tetapi juga sumber penghidupan, komposisi keluarga, akses terhadap lahan, kondisi rumah, pendidikan, keterampilan, aset usaha, akses modal, dan jaringan sosial. 

Pendekatan ini meminjam kerangka penghidupan berkelanjutan, yang melihat lima jenis aset: manusia, alam, fisik, finansial, dan sosial. Yang dicari bukan hanya “apa yang hilang”, tapi “apa yang masih bisa diperkuat”. Dua pertanyaan itu menghasilkan desain program yang berbeda.

Di Muara Laboh, proses validasi ini mengidentifikasi kelompok yang terdampak signifikan dan umumnya rentan — angka yang kemudian menjadi sasaran program selama tiga tahun. Tanpa validasi, kami akan mendesain untuk “warga terdampak” secara umum; dengan validasi, kami tahu persis siapa yang butuh pendampingan ringan dan siapa yang butuh dukungan intensif.

Data yang Tidak Berhenti Jadi Lampiran

Data sosial-ekonomi akan sangat bernilai jika dapat mengubah keputusan. Di fase terbaru kerja kami bersama SEML, pemutakhiran data SESVA dan pemetaan sosial menjadi dasar penyusunan dokumen final LRP dan rencana CSR responsif sosial.

Program tidak lagi dimulai dari “kegiatan apa yang mau dibuat?”, tapi dari “risiko apa yang harus dijawab, siapa yang harus diprioritaskan, perubahan apa yang ingin dicapai?”

Baca juga: Arsitektur Pemulihan Mata Pencaharian: Dari Demplot, ke Kelompok Usaha, ke Koperasi

 

Membaca kerentanan bukan untuk memberi label pada siapa yang paling lemah. Tujuannya adalah memahami risiko, kapasitas, dan peluang yang dimiliki setiap rumah tangga agar program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pemulihan mereka

Author