Lompat ke konten

AMF x PT Supreme Energy Muara Laboh: Dari Compliance ke Livelihood Restoration yang Terukur

Anwar Muhammad Foundation – Di Muara Laboh, AMF belajar bahwa pekerjaan social safeguards tidak berhenti pada satu laporan. Ia bergerak dari validasi, implementasi, audit, hingga perencanaan ulang mengikuti perubahan kondisi warga, usaha, kelembagaan, dan risiko sosial di lapangan. 

Antara 2018 dan 2025, Anwar Muhammad Foundation (AMF) terlibat dalam beberapa fase kerja bersama PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML), bukan satu kontrak panjang tanpa putus, melainkan beberapa mandat yang saling menyambung: validasi Livelihood Restoration Program (LRP), implementasi program pemulihan selama 3 tahun, laporan penyelesaian pembebasan lahan, riset ekonomi sirkular, audit pembebasan lahan tahap lanjutan, hingga penyusunan dokumen final LRP dan rencana CSR responsif sosial yang sedang berjalan.

Compliance Livelihood Restoration Plan

Sumber: AMF

Di Muara Laboh, pembelajaran itu muncul dari banyak lapisan. Dari warga terdampak di Jorong Pekonina, Kampung Baru, dan Taratak Tinggi. Dari komoditas lokal seperti kopi, beras, cabe, dan kayu manis. Dari Area Pilot Proyek Terpadu (APPT) yang menjadi ruang belajar. Dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang dibentuk berdasarkan subsektor usaha. Dari koperasi yang dirancang sebagai lembaga pemasaran dan layanan keuangan mikro.

Baca juga: Pembentukan Kelompok Usaha Bersama Warga Muara Laboh

Setiap fase meninggalkan pelajaran. Sebagiannya soal standar internasional. Sebagiannya soal bagaimana sebuah program dirancang agar bertahan setelah pendampingan berakhir. Sebagiannya lagi soal hal-hal yang tidak bisa diukur dengan angka.

Pelajaran dari Muara Laboh relevan bagi setiap proyek energi yang ingin membangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga legitimasi sosial. Karena pada akhirnya, keberlanjutan proyek tidak hanya ditentukan oleh standar yang dipenuhi, tetapi oleh kepercayaan yang dijaga setelah proyek berjalan.

Author