Lompat ke konten

Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kebun Raya Bogor

Anwar Muhammad Foundation – Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) mekar di Kebun Raya Bogor, menarik perhatian publik terhadap salah satu fenomena botani paling langka di Indonesia. Tanaman endemik Sumatra ini menjadi simbol penting kekayaan biodiversitas nasional sekaligus pengingat akan urgensi upaya konservasi spesies langka.

Amorphophallus titanum, atau dikenal sebagai titan arum, merupakan tanaman herba dari famili Araceae (talas-talasan) yang berasal dari hutan hujan tropis Sumatra. Spesies ini dikenal memiliki perbungaan (infloresens) terbesar di dunia, yang dapat mencapai ketinggian lebih dari dua meter saat mekar penuh.

Salah satu ciri khasnya adalah aroma menyengat menyerupai bau bangkai, yang berfungsi untuk menarik serangga penyerbuk seperti lalat dan kumbang pemakan bangkai — sebuah strategi evolusi unik untuk bertahan di habitat alaminya.

Menurut IUCN Red List, Amorphophallus titanum berstatus Endangered (Terancam Punah) akibat hilangnya habitat, deforestasi, dan tekanan aktivitas manusia. Di alam liar, tanaman ini memiliki siklus hidup yang panjang, dengan fase vegetatif (daun raksasa), dorman (umbi), dan fase generatif (mekar) yang dapat terjadi hanya beberapa hari dalam satu siklus bertahun-tahun.

Sejarah dan Perawatan Kebun Raya Bogor

Sumber: Batam Pos

Kebun Raya Bogor, yang berada di bawah pengelolaan BRIN, telah lama menjadi pusat konservasi ex-situ untuk berbagai spesies langka, termasuk Amorphophallus titanum. Tanaman ini telah beberapa kali berhasil mekar di Kebun Raya Bogor dalam dekade terakhir, meskipun interval mekarnya tidak menentu — menjadikan setiap peristiwa sebagai momen langka dan bernilai ilmiah tinggi.

Saat ini, individu yang dipantau berada dalam fase pra-mekar dan terus diawasi oleh tim kurator dan peneliti, yang memantau pertumbuhan, ukuran kuncup, serta perubahan fisiologis sebagai dasar prediksi waktu mekarnya.

Proses Mekar Secara Detail

Bunga Bangkai Raksasa Mekar

Sumber: CNBC Indonesia

Proses mekar bunga bangkai umumnya berlangsung dalam beberapa tahap:

  1. Fase pra-mekar — kuncup membesar
  2. Fase mekar penuh — aroma paling kuat untuk menarik penyerbuk
  3. Fase penyerbukan — berlangsung singkat
  4. Fase layu — bunga mulai runtuh dalam waktu beberapa hari

Fenomena ini menjadi sarana edukasi publik tentang biologi tumbuhan langka, ekologi hutan tropis, serta pentingnya perlindungan spesies endemik.

Kebun Raya Bogor juga berperan dalam pengembangan teknik perbanyakan tanaman, termasuk melalui kultur jaringan dan konservasi plasma nutfah untuk mendukung keberlanjutan spesies ini.

Signifikansi Ekologi dan Ilmiah

Bunga Bangkai Raksasa Mekar

Sumber: inilah.com

Sebagai spesies endemik Sumatra, A. titanum sering dianggap sebagai indikator kesehatan ekosistem hutan hujan tropis. Keberadaannya mencerminkan kualitas habitat yang kaya akan keanekaragaman hayati. Ancaman terhadap spesies ini erat kaitannya dengan deforestasi, fragmentasi habitat, dan perubahan iklim. Oleh karena itu, konservasi bunga bangkai tidak hanya penting bagi satu spesies, tetapi juga bagi perlindungan ekosistem hutan secara lebih luas.

Penelitian di Indonesia dan dunia terus dilakukan untuk memahami faktor lingkungan yang memengaruhi siklus mekarnya, sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan iklim.

Upaya Konservasi Nasional

Bunga Bangkai Raksasa Mekar

Sumber: inilah.com

Upaya pelestarian Amorphophallus titanum di Indonesia mencakup:

  • Konservasi ex-situ di kebun raya dan lembaga penelitian
  • Pengembangan teknik kultur jaringan dan perbanyakan vegetatif
  • Perlindungan habitat alami di Sumatra
  • Edukasi publik dan kampanye kesadaran lingkungan

Spesies ini juga termasuk dalam daftar tumbuhan yang dilindungi oleh peraturan nasional, sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Dampak Budaya dan Pariwisata

Sumber: ontime.id

Setiap peristiwa mekarnya bunga bangkai kerap menarik perhatian besar dari media, wisatawan, dan komunitas pecinta tanaman. Fenomena ini sering menjadi viral di media sosial, sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap sains, konservasi, dan flora endemik Indonesia.

Baca juga: Hari Lahan Basah Sedunia: Pelestarian Ekosistem untuk Masa Depan Berkelanjutan

Selain sebagai objek wisata edukatif, bunga bangkai juga telah menjadi simbol kebanggaan biodiversitas Nusantara, serta inspirasi dalam seni, budaya populer, dan kampanye pelestarian alam.

Kesimpulan

Perkiraan mekarnya bunga bangkai raksasa di Kebun Raya Bogor bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya konservasi spesies langka dan ekosistem hutan tropis. Dengan ancaman kepunahan yang semakin nyata, perlindungan dan penelitian berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa bunga bangkai tetap menjadi bagian dari warisan alam Indonesia.

Momen langka ini mengajak kita semua untuk tidak hanya menyaksikan, tetapi juga peduli, belajar, dan bertindak untuk konservasi.

 

Referensi

Detik.com. (2026, 2 Februari). Bunga bangkai segera mekar di Kebun Raya Bogor!.

Instagram. (2026). Bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum yang… [@kebunrayabogor].

Kompas.com. (2026, 2 Februari). Besok, bunga bangkai raksasa langka diprediksi mekar di Kebun Raya Bogor.

Tempo.co. (2026, 1 Februari). Bunga bangkai di Kebun Raya Bogor bakal mekar 3 Februari.

Tempo.co. (2026, 29 Januari). Bunga bangkai di Kebun Raya Bogor segera mekar sempurna.

Author