Anwar Muhammad Foundation – Di tengah tantangan pengelolaan limbah yang kian kompleks, sebuah kolektif bernama Komunitas Generasi Hijau (KGH) hadir sebagai napas baru bagi gerakan lingkungan di Indonesia. Berawal dari gerakan akar rumput di Bogor pada tahun 2022 pasca pandemi COVID-19, komunitas ini kini bertransformasi menjadi aliansi strategis yang terdiri dari berbagai pakar, organisasi masyarakat sipil, hingga praktisi lapangan.
Lahir dari Kesadaran akan “Chaos” Nasional

Sumber: Dokumentasi AMF
KGH bukan sekadar perkumpulan biasa. Komunitas ini terbentuk atas dasar keprihatinan mendalam terhadap kondisi persampahan nasional yang telah masuk ke tahap “kekacauan” atau chaos. Dengan keterbatasan anggaran pemerintah dan birokrasi yang kaku, KGH memposisikan diri sebagai mitra swadaya yang memiliki kompetensi teknis untuk mendukung agenda besar dunia dan kementerian terkait dalam memperbaiki tata kelola sampah.
Melampaui Solusi Konvensional

Sumber: Dokumentasi AMF
Apa yang membedakan komunitas ini dengan gerakan lainnya? KGH menekankan bahwa masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan bisnis konvensional. Terdapat beberapa pilar utama yang menjadi jati diri kepedulian kami:
- Eksplorasi Opsi Non-PLTSa: Kami mendorong pemerintah untuk tidak hanya terpaku pada metode Waste to Energy (PLTSa), melainkan mengeksplorasi solusi lain yang lebih dekat dengan masyarakat, seperti pengolahan kompos skala pasar atau komunitas.
- Keberlanjutan Berbasis Manusia: Bagi kami, teknologi adalah alat, bukan tujuan utama. Implementasi teknologi pengelolaan sampah harus mampu menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat lokal, bukan justru menyingkirkan peran manusia.
- Ekonomi Sirkular dari Sumbernya: KGH meyakini bahwa manajemen sampah yang terintegrasi harus dimulai dari rumah tangga dan pasar. Dengan mendorong ekonomi sirkular melalui pemilahan plastik, logam, dan organik langsung dari sumbernya, dampak lingkungan jangka panjang akan jauh lebih signifikan.
Baca juga: REFORMASI TATA KELOLA PERSAMPAHAN: APA YANG HARUS BERUBAH, DAN APA PERAN PUBLIK?
Menuju Target 2029

Sumber: Dokumentasi AMF
Dengan semangat gotong royong, KGH kini tengah merancang sebuah Sekretariat Bersama yang profesional dan lincah (agile). Melalui profil anggota yang beragam—mulai dari spesialis pengelolaan sampah seperti Waste4Change hingga pakar kebijakan dari ICRES dan CORE Indonesia—kami berkomitmen untuk membangun ekosistem yang kondusif bagi 514 kota/kabupaten di Indonesia.
Kesimpulan
Komunitas Generasi Hijau (KGH) hadir sebagai inisiatif kolaboratif yang menawarkan pendekatan alternatif dalam menuntaskan krisis persampahan nasional. Berangkat dari kesadaran akan keterbatasan sistem konvensional, KGH mendorong solusi yang lebih inklusif, berbasis masyarakat, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Melalui penguatan ekonomi sirkular, pemanfaatan teknologi yang humanis, serta kerja sama lintas sektor, KGH berupaya menjadi mitra strategis dalam mewujudkan tata kelola sampah yang lebih adil, efektif, dan berdaya guna menuju target nasional 2029.





