Lompat ke konten

Hari Primata Indonesia: Kenali Primata Unik Nusantara Sebelum Terlambat

Anwar Muhammad Foundation – Hari Primata Indonesia diperingati setiap 30 Januari untuk meningkatkan kesadaran pelestarian satwa primata endemik Nusantara. Inisiatif ini muncul dari keprihatinan terhadap ancaman kepunahan akibat perburuan dan kerusakan habitat. Hari Primata Indonesia dicetuskan oleh Protection of Forest & Fauna (ProFauna) pada 2014. Tanggal 30 Januari dipilih karena mengenang kampanye “Primate Freedom Tour” pada Januari 2001, di mana aktivis keliling Jawa dan Bali untuk kampanye perlindungan primata.

Peringatan ini bertujuan menekan perdagangan liar dan perburuan yang merajalela. Kini, berbagai komunitas dan lembaga ikut merayakannya untuk edukasi masyarakat. ProFauna terus menginspirasi aksi serupa, termasuk petisi dan demonstrasi. Di 2025, peringatan menekankan data terbaru IUCN yang menyatakan banyak primata Indonesia berstatus kritis.

Kekayaan Primata Indonesia

Sumber: betahita.id

Indonesia rumah bagi 59 spesies primata dari 11 genus, menempati urutan ketiga dunia setelah Brasil dan Madagaskar. Sebarannya meliputi Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi, dengan tingkat endemisitas tinggi.​

Genus terbanyak adalah Presbytis (surili, 15 spesies), Macaca (makaka, 10 spesies), Tarsius (tarsius, 9 spesies), Hylobates (owa, 8 spesies), dan Nycticebus (kukang, 6 spesies). Sebanyak 12% spesies primata dunia ada di sini.​

Keanekaragaman ini mencerminkan biodiversitas tropis Nusantara. Namun, sebagian besar dilindungi CITES Appendix I dan II, serta IUCN Vulnerable hingga Critically Endangered.​

Primata Unik yang Wajib Diketahui

1. Orangutan Borneo dan Sumatra

Sumber: WWF

Orangutan (Pongo spp.) adalah primata besar endemik Kalimantan dan Sumatra, dikenal kecerdasan tinggi seperti menggunakan alat. Populasinya turun drastis karena deforestasi sawit dan perburuan; hanya tersisa sekitar 100.000 ekor.​

Uniknya, betina mengajari anak bertahan hidup hingga 8 tahun. Konservasi di Taman Nasional Gunung Leuser sukses menyelamatkan sebagian, tapi ancaman tetap nyata.​

2. Lutung Jawa (Trachypithecus auratus)

Hari Primata Indonesia

Sumber: alamendah.org

Lutung Jawa berbulu hitam keperakan hidup di hutan Jawa Barat hingga Timur. Mereka folivora, makan daun, dan bergerak melompat antar pohon dengan ekor panjang.​

Populasi di alam liar kurang dari 5.000, terancam fragmentasi habitat. Di Taman Nasional Ujung Kulon, upaya penangkaran menunjukkan harapan pemulihan.​

3. Tarsius (Tarsius spp.)

Hari Primata Indonesia

Sumber: rri.co.id

Tarsius, primata terkecil dunia, punya mata besar sebesar otaknya dan bisa memutar kepala 180 derajat. Endemik Sulawesi, mereka nokturnal dan berburu serangga dengan lompatan jauh.​

Sembilan spesies seperti Tarsius wallacei terancam karena konversi lahan pertanian. Uniknya, komunikasi via duet vokal pasangan.​

4. Kukang (Nycticebus spp.)

Hari Primata Indonesia

Sumber: yiari.or.id

Kukang lambat bergerak, endemik Sumatra dan Kalimantan, punya gigitan beracun pertama di dunia primata. Mereka nokturnal, makan getah dan serangga. Enam spesies seperti N. javanicus di Jawa hampir punah karena perdagangan hewan peliharaan. Gerakan lambatnya adaptasi anti-predator, tapi rentan terhadap manusia.​

5. Owa Celebes (Macaca nigra)

Sumber: macaca-nigra.org

Makaka hitam Sulawesi ini sosial, hidup berkelompok hingga 100 individu. Mereka omnivora, termasuk ubi dan buah, dan pintar memecahkan masalah.​

Populasi menurun 50% dalam 40 tahun akibat perburuan daging bushmeat. Di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, ekowisata membantu konservasi.​

Ancaman Utama Terhadap Primata

Sumber: mongabay

Deforestasi untuk sawit, pertambangan, dan pertanian jadi ancaman terbesar, hilangkan 80% habitat primer. Perburuan untuk perdagangan satwa liar capai ribuan kasus tahunan. Perubahan iklim perburuk fragmentasi hutan, kurangi akses makanan. Di Jawa, urbanisasi tekan populasi lutung hingga 20% per dekade.​

Perdagangan ilegal via media sosial makin marak, meski CITES larang. Data 2025 tunjukkan 70% spesies primata Indonesia terancam punah dalam 20 tahun.

Upaya Konservasi dan Peran Masyarakat

Sumber: indonesiaimpressiontour.com

Pemerintah bentuk Taman Nasional dan Suaka Margasatwa, seperti TN Tanjung Puting untuk orangutan. LSM seperti ProFauna dan IUCN jalankan rehabilitasi dan patroli anti-perburuan. Ekowisata primata di 4 pulau besar potensial tambah pendapatan lokal sambil lindungi habitat. Contoh, wisata tarsius di Sulawesi tarik turis mancanegara.​

Masyarakat bisa ikut dengan tolak produk non-ramah lingkungan, laporkan perdagangan ilegal via KLHK hotline. Pendidikan anak muda via sekolah dan media sosial krusial.​

Potensi Ekonomi Berkelanjutan

Sumber: Konservasi Indonesia

Primata jadi daya tarik wisata minat khusus, tingkatkan PAD hingga 15% di daerah seperti Kalimantan. Turis domestik dan mancanegara habiskan lebih lama, dorong ekonomi hijau.​ Program community-based conservation libatkan masyarakat adat jaga hutan. Sukses di Sumatra utara kurangi konflik manusia-orangutan 40%.​

Baca juga: Satwa Liar sebagai Pengatur Rantai Makanan

Investasi teknologi seperti drone patroli dan AI monitoring habitat tingkatkan efektivitas. Indonesia bisa jadi model konservasi primata global.​

 

Kesimpulan

Hari Primata Indonesia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan peran primata dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Tingginya keanekaragaman primata Nusantara dihadapkan pada ancaman serius seperti kerusakan habitat, perburuan, dan perdagangan satwa liar. Melalui upaya konservasi yang melibatkan pemerintah, organisasi, dan masyarakat, perlindungan primata dapat diperkuat. Kepedulian dan aksi bersama menjadi kunci agar primata Indonesia tetap lestari dan tidak hilang dari alam sebelum terlambat.

 

Referensi

Direktorat Jenderal KSDAE. (2025). Tanggal 30 Januari memperingati Hari Primata Indonesia. detikSulsel.

Pemkot Cimahi. (2025). Memperingati Hari Primata Indonesia 30 Januari 2025. PPID Kota Cimahi.

ProFauna. (2025). Hari Primata Indonesia diperingati 30 Januari, ini sejarahnya. detikNews.

ProFauna. (2024). Sejarah peringatan Hari Primata Indonesia. Tribratanews Polri.

Kukangku. (2023). Hari Primata Indonesia 2024: Primata kita luar biasa.

Yogya News. (2023). 30 Januari Hari Primata demi kelangsungan satwa dilindungi.

SIEJ. (2022). Hari Primata Indonesia: Keberlangsungan hidup primata masih terancam.

Mongabay Indonesia. (2019). Selamat Hari Primata, selamatkan dari perburuan.

Author