Lompat ke konten

Dari Bogor ke Kampung-Kampung: Jalan Panjang Replikasi ‘KPK’

Anwar Muhammad Foundation — Ketahanan Pangan Keluarga (KPK), nama program yang singkat namun penuh arti. Misinya jelas: menautkan pertanian–peternakan–perikanan rumahan dalam satu sistem terpadu yang mudah diajarkan, mudah diawasi, dan mudah diulang di tempat lain. Dalam peta jalan yang dibahas PPP SV IPB dan AMF, ada tiga horizon strategi.

Horizon 1: Pilot Kelompok dan Standarisasi Data

Ketahanan Pangan Keluarga

Sumber: balibuda

Horizon 1 (0–6 bulan): Pilot satu kelompok, detail SOP, dan standarisasi data. Ukur pasokan sampah organik per rumah, daya serap maggot, feed conversion ratio, dan stabilitas produksi telur/ikan hias per minggu. Bentuk “buku catatan pekarangan” sederhana: input, output, kendala, tindakan perbaikan. Siapkan rencana mutu—kebersihan, biosecurity, dan perizinan dasar UMKM pangan.

Horizon 2: Membangun Rantai Pasok Mikro dan Model Bisnis

Ketahanan Pangan Keluarga

Sumber: fishconsult

Horizon 2 (6–18 bulan): Bangun rantai pasok mikro dan model bisnis. Tetapkan peran: produsen maggot RT, pengepul pakan RW, pembibitan ikan hias di rumah tertentu, dan titik pemasaran telur. Mulai kemitraan dengan koperasi/PNM/UMKM dan loop CSR kampus/korporasi: dukungan kandang modular, alat panen maggot, atau paket water-quality untuk ikan hias. Dorong sertifikasi sederhana (pangan layak, label higienitas) untuk membidik pasar premium lokal.

Horizon 3: Spesialisasi Produk dan Premiumisasi

Ketahanan Pangan Keluarga

Sumber: ubuy co

Horizon 3 (18–36 bulan): Spesialisasi produk dan premiumisasi. Arahkan sebagian produksi ke segmen organik bernilai tambah (telur organik, pakan maggot berkualitas, paket starter kit ikan hias). Kembangkan “komunitas belajar KPK” lintas kelurahan, dengan kurikulum vokasi singkat yang memadukan budidaya, pencatatan keuangan, dan pemasaran digital.

 

Kolaborasi PPP–AMF: DNA Vokasi dan Pengukuran Dampak

Ketahanan Pangan Keluarga

Sumber: ipb ac

Mengapa kolaborasi PPP–AMF tepat? PPP SV IPB memiliki DNA vokasi—mengubah teori menjadi praktik yang bisa direplikasikan warga. Program PPP secara eksplisit menyiapkan penyuluh terapan yang menguasai budidaya tanaman, ternak, dan perikanan, sekaligus memfasilitasi masyarakat. AMF, sebagai yayasan yang lahir untuk menjembatani pemangku kepentingan, membawa disiplin tata kelola, lensa ESG, dan kebiasaan mengukur dampak—membuat program tidak sekadar berjalan, tetapi bertumbuh. Selama dua tahun kebersamaan, keduanya mengasah pola yang sama: mulai dari yang kecil, buktikan manfaat, lalu perbanyak dalam ritme yang dijaga kualitasnya.

Baca Juga : Ibu-Ibu Penggerak, Maggot sebagai Kawan: Ekonomi Sirkular Versi Pekarangan

Pabrik Nilai Skala Rumah Tangga: KPK dari Bogor ke Kampung-Kampung

Ketahanan Pangan Keluarga

Sumber: kompas id

Ruang 2×3 m² mungkin tampak sempit, namun ketika diisi ayam petelur yang pakannya dioptimalkan maggot, diiringi kolam kecil ikan hias yang menyasar segmen hobi, tiba-tiba kita melihat “pabrik nilai” berskala rumah tangga. Nilainya bukan hanya uang; ada ketenangan karena stok protein lebih pasti, ada kebanggaan karena sampah dapur menemukan guna, dan ada harapan karena ibu-ibu menjadi manajer ekonomi rumah yang semakin percaya diri. Dari Bogor, konsep ini siap menempuh jalan panjang ke kampung-kampung lain—dengan satu syarat: kita menjaga ilmu tetap sederhana, data tetap jujur, dan kolaborasi tetap hangat.

 

Kesimpulan

Program Ketahanan Pangan Keluarga (KPK) telah menunjukkan bahwa penerapan ekonomi sirkular keluarga tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberdayakan masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga, dalam mengelola kebutuhan pangan keluarga mereka. Dengan pendekatan yang bertahap dan berfokus pada data, kolaborasi PPP–AMF memberikan model yang mudah diulang, fleksibel, dan berbasis komunitas. Keberhasilan model ini membuka peluang besar untuk replikasi di kampung-kampung lainnya.

 

Referensi

  • Sekolah Vokasi IPB—profil & lokasi kampus Bogor (Jl. Kumbang No.14) — Sekolah Vokasi IPB
  • Program PPP/TPPMP—tujuan dan kompetensi lulusan vokasi terapan (penyuluhan + budidaya) — Sekolah Vokasi IPB
  • Profil & mandat kolaboratif AMF—mitra masyarakat–pemerintah–swasta, berdiri 2011 — amf.or.id

Authors