Anwar Muhammad Foundation – Indonesia adalah rumah bagi salah satu keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia. Dari Sabang sampai Merauke, perairan Indonesia menyimpan ribuan spesies unik yang hidup di terumbu karang, padang lamun, hingga laut dalam. Keanekaragaman ini membuat laut kita bukan hanya sumber pangan, tapi juga penopang keseimbangan ekosistem global. Namun, tak semua spesies mudah kita temui. Ada yang hanya muncul di habitat tertentu, ada juga yang keberadaannya mulai langka karena tekanan dari aktivitas manusia.
Sayangnya, kerusakan habitat, penangkapan berlebihan, dan pencemaran laut membuat banyak spesies laut Indonesia berada di ambang kepunahan. Kalau dibiarkan, kita bisa kehilangan kekayaan laut yang selama ini kita banggakan. Karena itu, mengenal spesies-spesies langka ini penting, supaya kita sadar betapa berharganya mereka bagi ekosistem.
1. Dugong (Dugong dugon)

Sumber: britannica
Dugong atau yang sering disebut “duyung” adalah mamalia laut yang menjadi inspirasi legenda putri duyung. Hewan ini hidup di perairan dangkal yang kaya lamun (seagrass). Sayangnya, populasi dugong semakin menurun akibat kerusakan padang lamun, perburuan, dan tertabrak kapal. Dugong berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem laut karena membantu menjaga padang lamun tetap sehat. Tanpa dugong, habitat banyak ikan dan biota kecil bisa terganggu.
2. Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea)

Sumber: cakrawalanews co
Penyu belimbing adalah penyu terbesar di dunia, dengan panjang tubuh bisa mencapai lebih dari 2 meter. Spesies ini dikenal karena cangkangnya yang lunak seperti kulit. Penyu belimbing sering ditemukan di pesisir Papua dan Sulawesi. Ancaman terbesar bagi penyu belimbing adalah pencurian telur, sampah plastik yang mereka kira ubur-ubur, dan perubahan iklim yang memengaruhi lokasi bertelur. Menjaga pantai tetap bersih dan tidak mengganggu sarang penyu adalah cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka.
3. Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus)

Sumber: wikipedia
Ikan napoleon atau humphead wrasse adalah ikan karang raksasa yang bisa hidup hingga 30 tahun. Ikan ini sering ditemukan di perairan terumbu karang Raja Ampat. Sayangnya, ikan napoleon menjadi target penangkapan untuk perdagangan ikan hias dan konsumsi mewah, sehingga populasinya menurun drastis. Pelestarian ikan napoleon berarti melindungi terumbu karang, karena ikan ini membantu mengontrol populasi bintang laut berduri yang bisa merusak karang.
4. Kuda Laut (Hippocampus spp.)

Sumber: greeners co
Kuda laut adalah hewan unik yang terkenal karena bentuk tubuhnya seperti kuda dan kebiasaan jantannya yang mengandung telur. Indonesia memiliki beberapa spesies kuda laut yang hidup di lamun dan terumbu karang. Kuda laut rentan terhadap kerusakan habitat dan sering ditangkap untuk dijual sebagai souvenir atau obat tradisional. Menjaga ekosistem lamun dan terumbu karang berarti melindungi mereka dari kepunahan.
5. Pari Manta (Manta birostris)

Sumber; kompas com
Pari manta dikenal sebagai “ikan raksasa yang ramah.” Hewan ini sering terlihat melayang anggun di perairan terbuka. Pari manta bisa memiliki lebar sayap hingga 7 meter. Mereka sangat penting untuk ekowisata laut karena menarik wisatawan penyelam dari seluruh dunia. Ancaman terbesar pari manta adalah penangkapan untuk diambil insangnya dan tabrakan dengan kapal. Dengan mendukung wisata laut berkelanjutan, kita ikut menjaga populasi pari manta tetap sehat.
Pentingnya Menjaganya Mereka

Sumber: kitty encyclopedia
Spesies laut yang jarang terlihat ini bukan sekadar hewan eksotis untuk dikagumi. Mereka punya peran penting menjaga keseimbangan ekosistem laut. Dugong menjaga padang lamun tetap sehat, penyu belimbing mengontrol populasi ubur-ubur, ikan napoleon melindungi terumbu karang dari bintang laut berduri, kuda laut membantu menjaga rantai makanan tetap seimbang, dan pari manta mendorong ekowisata yang menyejahterakan masyarakat pesisir.
Baca Juga : Hari Ozon Sedunia: Mengapa Ozon Penting untuk Kehidupan di Bumi
Kalau salah satu dari mereka punah, efeknya bisa merembet ke seluruh ekosistem: terumbu karang bisa rusak, populasi ikan bisa menurun, dan mata pencaharian nelayan bisa terganggu. Jadi, menjaga spesies ini berarti juga menjaga sumber pangan, ekonomi pesisir, dan keindahan laut yang menjadi kebanggaan Indonesia.
Kesimpulan
Lima spesies laut ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan laut Indonesia yang luar biasa. Sayangnya, banyak dari mereka berada di ambang kepunahan akibat ulah manusia. Kita bisa berperan aktif menjaga laut dengan cara sederhana yakni dengan tidak membuang sampah sembarangan, mendukung produk ramah lingkungan, dan ikut kampanye pelestarian laut.
Referensi
Dugong & Seagrass Hub. (2025, February 21). Indonesia – Seagrass: status & distribution 2025. Dugong & Seagrass Hub.
Hitipeuw, C., Dutton, P. H., Benson, S. R., Thebu, J., & Bakarbessy, J. (2007). Interaction of sea turtles with Indonesian fisheries: Preliminary findings. Indian Ocean Turtle Newsletter, 6, 1–5.
Mongabay. (2022, December 22). Strong marine protected areas credited with manta ray surge in Indonesia. Mongabay.
Nurafni, K. K., et al. (2023). Population, habitat, and distribution of sea horses in Indonesia. AACL Bioflux, 16(5), 2678–2688.
