Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan 
(Value Generated and Distributed/EVG&D)

Sebagai sebuah organisasi berbadan hukum yayasan, AMF dalam melakukan kegiatannya tidak berorientasi hanya kepada keuntungan semata namun juga untuk membiayai seluruh kegiatan dan aktivitasnya. AMF membuat perencanaan keuangan yang di dalamnya terdapat proyeksi pendapatan, biaya operasional dan keuntungan yang dalam konteks keberlanjutan dirumuskan sebagai nilai ekonomi yang dihasilkan dan didistribusikan (Economic Value Generated and Distributed/EVG&D).

Informasi nilai ekonomi yang dihasilkan dan didistribusikan ini memberikan indikasi bagaimana AMF menciptakan pendapatan dan keuntungan untuk para pemangku kepentingan serta membuat perencanaan biaya. Semua pendapatan yang berhasil diperoleh kemudian dikurangi terlebih dahulu dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan keuntungan bersih. Diagram di bawah ini (Gambar 1) memberikan informasi performa keuangan AMF dari tahun 2016-2019.

Gambar 1
Performa Keuangan AMF Tahun 2016 – 2019

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa pendapatan yang diperoleh AMF mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu terdapat kenaikan pendapatan yang semakin tinggi berturut-turut pada tahun 2016, 2017, 2018 hingga tahun 2019. Kontribusi terbesar dari pendapatan yang diterima AMF adalah dari program restorasi mata pencaharian (Livelihood Restoration Program/LRP) yang dikerjakan AMF bekerja sama dengan mitra dan kliennya. Nilai ekonomi yang dihasilkan ini kemudian digunakan sebagian untuk membiayai kegiatan dan aktivitasnya, dan sebagian terdistribusi kepada perbaikan berkesinambungan lembaga AMF sebagai dana yang diperoleh organisasi.

Dari tabel di atas juga dapat dilihat biaya operasional juga mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan besarnya skala aktivitas dan kegiatan yang dilakukan oleh AMF. Biaya operasional naik pada tahun 2016 hingga tahun 2019. Peningkatan biaya operasional tersebut sejalan dengan semakin besarnya nilai pekerjaan yang dikerjakan oleh AMF yang terbagi dalam berbagai komponen biaya operasional yang diperlukan seperti biaya-biaya dalam menunjang kegiatan, aktivitas dan pelaksanaan program. Biaya operasional juga mencakup untuk honor dan transportasi yang diberikan kepada karyawan dan tim AMF yang ditugaskan di daerah-daerah remote area di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2016, kondisi keuangan AMF masih membukukan kerugian dalam arti pendapatan yang diperoleh lebih kecil dari pada biaya yang dikeluarkan. Namun pada tahun-tahun berikutnya, dengan meningkatnya kepercayaan klien dan mitra kepada AMF yang diikuti dengan peningkatan besarnya skala program dan nilai pekerjaan, maka keuntungan bersih yang diperoleh oleh AMF juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2019, AMF dapat membukukan keuntungan bersih yang semakin besar dari berbagai program keberlanjutan ekonomi, sosial dan lingkungan. Hal ini menggambarkan potensi dari kegiatan investasi di bidang sosial (sociopreneurship) dapat memberikan tidak saja keuntungan secara finansial namun juga dampak positif yang berkelanjutan kepada masyarakat Indonesia.

Gulir ke Atas